x

Kemenparekraf Berubah: KemenPar dan KemenEkraf Dijadwalkan Selesai Desember 2024

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Okt 2024 08:05 0 379 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Proses transisi nomenklatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi dua entitas terpisah—Kementerian Pariwisata (KemenPar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf)—dijadwalkan selesai pada Desember 2024. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan efisiensi dalam pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, mengungkapkan bahwa proses persiapan transisi menjadi Kementerian Pariwisata (KemenPar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) terus dimatangkan. Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (25/10/2024), ia menjelaskan bahwa langkah-langkah yang sedang dilakukan meliputi pemetaan jabatan, pemindahan pegawai, dan penempatan yang sesuai. Transisi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.

“Kami seluruh perangkat di sini dipimpin oleh Plt. Sesmen selaku PIC, terus melakukan program persiapan transisi mulai dari SDM, aset, dan juga BMN (Barang Milik Negara), pemisahan DIPA atau anggaran, kemudian juga hal-hal lain yang menunjang mulai dari proses pemindahan maupun pemisahan dari kewenangan Kementerian Parekraf menjadi dua kementerian,” ujar Dessy.

Keseluruhan proses transisi ini ditargetkan dapat selesai pada akhir November atau setidaknya pada awal Desember 2024. Artinya, susunan organisasi tata kerja (SOTK) sudah harus selesai termasuk juga nama-nama pejabat untuk diajukan pengukuhan/pelantikan oleh Presiden untuk pejabat tinggi madya dan pengukuhan oleh menteri untuk pejabat eselon II.

“Juga pejabat-pejabat fungsional yang mungkin nanti akan dipindahtugaskan dan lain sebagainya. Itu sudah dilakukan dan dilaksanakan maksimum semua selesai pada 1 Desember 2024. Tentu kita berharap semua penuh semangat dan bekerja dengan baik,” ujar Dessy.

Meski masih dalam masa transisi, Dessy memastikan layanan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat berjalan seperti biasa. Begitu juga target-target yang telah ditetapkan baik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih berjalan dengan baik.

“Kami tentu berharap dukungan dari masyarakat atas proses transisi ini, dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Dan sekali lagi kami pastikan layanan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat dalam masa transisi ini akan tetap terlayani dengan baik,” ujar Dessy.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, sebelumnya menetapkan empat program prioritas yang akan dijalankan dalam enam bulan ke depan. Yakni hearing aspirasi transformasi pariwisata dengan pihak-pihak terkait; Tourism 5.0 mencakup pemasaran Calendar of Events berbasis digital dan AI travel assistance; serta perumusan grand strategy penggunaan Indonesia Quality Tourism Fund untuk diversifikasi atraksi nusantara dan acara berskala internasional.

Selain itu, merancang kerja sama dengan instansi kelas dunia untuk transfer of knowledge guna mewujudkan sekolah unggulan pariwisata kelas dunia.

Sementara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam 100 hari pertama menjabat memulai agendanya dengan melakukan rapat koordinasi bersama pejabat internal di lingkungan Kemenkraf/Bekraf guna menyusun langkah dan strategi yang diperlukan selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.[SAFAR/**]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x