
Keterangan Foto: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat kolaborasi dalam pendampingan masyarakat desa, guna mempercepat pencapaian Desa Mandiri. Acara ini melibatkan 12 kementerian dan lembaga serta dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor. DelikAsia.com, (Jakarta) | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mengintensifkan kolaborasi pendampingan masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi lokal, guna mempercepat pencapaian status Desa Mandiri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat (BPSDM) Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi kompleksitas masalah di desa. “Ini saatnya wujudkan kolaborasi tugas pendampingan desa,” ujarnya.
Langkah awal menuju kolaborasi ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, dengan lokasi di Kupang, Makassar, dan Belitung. FGD bertujuan untuk menyinergikan pendampingan pemberdayaan dan pembangunan desa.


“Kolaborasi ini penting untuk mempercepat pencapaian tujuan,” tambah Luthfiyah. Program Kolaborasi Pendampingan Desa, yang akan diluncurkan di Desa Pelangi Satu pada Rabu (25/9/2024), melibatkan elemen-elemen seperti Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Luthfiyah juga menjelaskan bahwa kolaborasi memerlukan penyelarasan persepsi dan penguatan komitmen. Ia menekankan perlunya akselerasi dalam meningkatkan jumlah Desa Mandiri, yang saat ini masih sangat sedikit.
Sementara itu, Nursaid, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), menambahkan bahwa pendampingan desa tidak hanya tanggung jawab Kemendes PDTT, melainkan melibatkan berbagai kementerian.
Acara ini dihadiri oleh 216 peserta dan dilanjutkan dengan diskusi panel tentang kebijakan dan implementasi pendampingan desa. Turut hadir PSM Ahli Utama Ekatmawati dan pejabat Kemendes PDTT lainnya.[YK/**]

Tidak ada komentar