x

Sinergi Lintas Unsur: Kunci Sukses Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Katedral Jakarta

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 01:13 0 75 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |Kekhidmatan rangkaian Tri Hari Suci di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, tahun ini berjalan dalam suasana yang tertib, aman, dan sarat makna spiritual. Sejak Kamis Putih hingga puncak perayaan Pontifikal Paskah, ribuan umat dapat menjalani ibadah dengan tenang, tanpa gangguan berarti.

Di balik jalannya liturgi yang agung, terdapat kerja senyap yang menopang keseluruhan rangkaian perayaan. Salah satunya datang dari Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Katedral yang memainkan peran strategis sebagai penghubung lintas elemen.

Di bawah koordinasi Hendrik Baria, tim HAAK merajut komunikasi intensif dengan berbagai pihak—mulai dari aparat keamanan TNI-Polri, relawan internal gereja, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi ini kemudian diterjemahkan ke dalam langkah-langkah teknis yang terukur, seperti pengaturan arus keluar-masuk umat, pengawasan area ibadah, hingga penguatan sistem keamanan lingkungan.

Hasilnya, suasana kondusif mampu terjaga di tengah dinamika Jakarta yang majemuk. Kehadiran tim HAAK tidak hanya memastikan kelancaran teknis, tetapi juga mencerminkan semangat keterbukaan dan harmoni antara gereja dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Usai seluruh rangkaian perayaan dan tugas pelayanan rampung, para anggota HAAK mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan sederhana, namun penuh makna.

Dalam momen tersebut, para anggota menyampaikan ucapan Selamat Paskah sekaligus rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama pekan suci yang padat. Di sisi lain, kehadiran kardinal menjadi simbol apresiasi atas dedikasi umat yang telah melayani dengan tulus.

“Keberhasilan ini bukan semata hasil kerja teknis, melainkan lahir dari iman, ketulusan, dan kolaborasi yang terjalin kuat,” ujar salah satu perwakilan HAAK.

Perayaan Tri Hari Suci di Katedral Jakarta tahun ini tak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan juga menghadirkan pesan yang lebih luas. Terang Paskah menemukan wujudnya tidak hanya dalam liturgi, tetapi juga dalam praktik nyata toleransi dan gotong royong—menjadi refleksi kasih yang hidup di tengah keberagaman bangsa.(*/RED)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x