
Cilegon, (Delik Asia) |Ketua Yayasan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) BMPP Mandiri, Deni Juweni, melayangkan surat kepada empat pihak terkait menyusul banjir besar yang melanda kawasan Metro dan sekitarnya beberapa hari lalu. Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Cilegon, Gubernur Banten, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Hilirisasi.

Langkah ini disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang terdampak banjir cukup parah di sejumlah wilayah, khususnya di Perumahan Metro, Metro Villa, dan kawasan sekitarnya. Banjir yang terjadi bahkan mencapai ketinggian sekitar 1 hingga 2 meter, dan disebut-sebut sebagai kejadian terbesar yang baru pertama kali dialami warga di kawasan tersebut.
RT Metro Villa, Mulyana, mengatakan banjir kali ini merupakan yang paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut wilayah yang paling parah terdampak berada di kawasan Metro Villa dan Florida.
“Ini baru pertama kali terjadi banjir sebesar ini. Yang paling parah itu di Metro Villa dan sekitarnya. Ketinggian air bahkan bisa mencapai sekitar satu sampai dua meter,” ujar Mulyana.

Ia menduga banjir dipicu oleh jebolnya tanggul di kawasan Golf Asri yang menyebabkan kiriman debit air meningkat ke aliran sungai di sekitar kawasan Metro. Sementara kondisi sungai yang relatif kecil dinilai tidak mampu menampung volume air yang datang secara tiba-tiba.
Selain itu, Mulyana juga menyoroti adanya penyempitan aliran air yang diduga terjadi setelah adanya proyek pembangunan jalan tol di area Metro Villa. Menurutnya, warga sebenarnya telah mengusulkan agar konstruksi tol dibuat lebih tinggi sehingga aliran air di bawahnya dapat lebih lebar dan tidak terhambat.
“Dulu warga sudah pernah mengusulkan agar jalan tol itu ditinggikan supaya aliran air di bawahnya lebih lebar. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan, sehingga aliran air menjadi sempit dan akhirnya meluap ke perumahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah daerah maupun dinas terkait sekitar dua hingga lima tahun lalu. Namun hingga kini, warga menilai belum ada realisasi perbaikan yang signifikan.
Mulyana berharap pemerintah segera menindaklanjuti hasil tinjauan lapangan terhadap sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab banjir, agar peristiwa serupa tidak terus berulang. Ia juga menyebut Wali Kota Cilegon sebelumnya telah meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi sumber persoalan, terutama di area aliran air di samping proyek jalan tol.
“Harapannya setelah peninjauan itu ada langkah nyata untuk perbaikan, terutama pada gorong-gorong dan aliran air yang menyempit. Supaya ke depan banjir seperti ini tidak terus terjadi lagi,” pungkasnya.
(*/FBI)

Tidak ada komentar