
Caption: Suasana Prosesi pelantikan Ahmad Aziz Setia Ade Putra oleh Wali Kota Robinsar meneguhkan komitmen peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik.(30/04) Cilegon, (Delik Asia) | Dalam sebuah prosesi yang sarat makna institusional dan simbolik, Robinsar, Wali Kota Cilegon, secara resmi melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota. Momentum ini tidak sekadar menandai pergantian jabatan administratif, melainkan menjadi artikulasi komitmen kolektif untuk memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan ucapan selamat kepada Ahmad Aziz Setia Ade Putra yang kini mengemban amanah sebagai Pj Sekretaris Daerah. Ia menegaskan bahwa posisi Sekretaris Daerah merupakan simpul strategis dalam orkestrasi birokrasi—sebuah poros yang menjembatani arah kebijakan kepala daerah dengan implementasi teknokratis di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam perspektif tersebut, Sekretaris Daerah tidak hanya berfungsi sebagai koordinator administratif, melainkan juga sebagai arsitek konsolidasi kelembagaan.
“Jabatan ini adalah titik sentral dalam memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu harmoni kebijakan. Saya berharap Saudara Aziz mampu mengemban amanah ini dengan integritas, ketajaman koordinatif, serta kecakapan dalam merajut sinergi lintas sektor,” ujar Robinsar, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mampu menyatukan energi birokrasi dalam satu frekuensi yang produktif.

Prosesi pelantikan oleh Wali Kota Robinsar menandai penguatan tata kelola birokrasi yang lebih adaptif dan terintegrasi
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi urgensi kekompakan, keselarasan visi, serta kepekaan terhadap dinamika sosial yang berkembang. Dalam lanskap pemerintahan kontemporer yang ditandai oleh ekspektasi publik yang semakin tinggi, pelayanan publik dituntut untuk hadir secara cepat, presisi, dan solutif. Responsivitas, dalam hal ini, bukan sekadar atribut, melainkan prasyarat etis sekaligus operasional bagi setiap entitas pemerintahan.

“Kita tidak lagi bekerja dalam ruang yang statis. Pemerintahan hari ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan empati dalam merespons kebutuhan masyarakat. Karena itu, kekompakan dan kesamaan visi menjadi fondasi utama,” tegasnya.
Sementara itu, Ahmad Aziz Setia Ade Putra dalam pernyataannya menyampaikan komitmen penuh untuk menjalankan mandat yang diberikan dengan dedikasi dan profesionalitas. Ia menekankan bahwa fokus utama dalam masa pengabdiannya adalah memperkuat koordinasi antar-OPD serta memastikan akselerasi implementasi program prioritas daerah berjalan secara efektif dan terukur.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab kolektif untuk memastikan bahwa setiap kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan secara operasional dengan baik di seluruh perangkat daerah. Koordinasi yang solid menjadi kunci utama,” ungkapnya.
Aziz juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang responsif terhadap aspirasi masyarakat, seraya memastikan bahwa setiap program strategis dapat direalisasikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dalam kerangka tersebut, ia menegaskan bahwa setiap pengambilan keputusan akan senantiasa berpijak pada koridor regulasi yang berlaku, sekaligus selaras dengan arah kebijakan kepala daerah.
Pelantikan ini, pada akhirnya, diharapkan menjadi katalis bagi penguatan kinerja birokrasi Pemerintah Kota Cilegon—mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga berkeadaban, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Cilegon, Ketua DPRD Kota Cilegon, unsur Forkopimda, jajaran pejabat eselon II beserta pendamping, serta perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang bersama-sama menjadi saksi atas dimulainya babak baru dalam konsolidasi pemerintahan Kota Cilegon.(*/FBY)

Tidak ada komentar