x

Vaksin Campak untuk Dewasa Resmi Diizinkan, Nakes Jadi Prioritas

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 08:50 0 120 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran campak, pemerintah mulai memperluas langkah perlindungan. Kementerian Kesehatan memprioritaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kebijakan ini menempatkan tenaga kesehatan sebagai lapisan pertama yang harus dilindungi. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, mengatakan risiko paparan yang tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi pertimbangan utama.

“Dalam situasi kejadian luar biasa, potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi, terutama tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien, menjadi sangat besar,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Pemerintah menargetkan vaksinasi bagi 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan angka kasus tertinggi. Selain itu, program ini juga mencakup 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani masa internship di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.

Di sisi pasokan, pemerintah memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok nasional vaksin MR tercatat mencapai 9,8 juta dosis—cukup untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari lima bulan ke depan.

Rizka menuturkan, pengelolaan stok dilakukan secara cermat agar distribusi tetap merata tanpa menimbulkan kelebihan yang berisiko pada kualitas vaksin. Pemantauan dilakukan melalui sistem SMILE yang terintegrasi dalam platform Satu Sehat Logistik, memungkinkan pengawasan ketersediaan vaksin secara waktu nyata hingga ke tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa izin perluasan indikasi tidak hanya diberikan untuk vaksin MR, tetapi juga untuk vaksin MMR dan campak tunggal yang diproduksi oleh Bio Farma bersama Serum Institute of India, GlaxoSmithKline, serta Merck Sharp Dohme.

Menurut Taruna, persetujuan tersebut telah melalui kajian ilmiah yang ketat, sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan dan efektivitas setiap intervensi kesehatan.

Di akhir pernyataannya, Rizka mengingatkan pentingnya imunisasi dasar bagi anak. Ia mengimbau para orang tua untuk melengkapi vaksinasi sesuai jadwal—pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat program imunisasi lanjutan di sekolah dasar—tanpa menunggu munculnya wabah.

Langkah ini, menurut dia, menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id.(*/Fby-Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x