x

Kontak Tembak di Kampung Kembru, TNI Lumpuhkan Empat Anggota Kelompok Bersenjata OPM

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Apr 2026 20:59 0 170 Redaksi

Papua, (Delik Asia) | Di tengah derasnya arus informasi yang kerap berkelindan, Pusat Penerangan TNI memilih untuk menarik garis tegas. Pada Jumat, 14 April 2026, dua peristiwa terjadi di wilayah Papua—berdekatan dalam waktu, namun terpisah dalam ruang dan konteks. TNI menegaskan, keduanya bukan satu rangkaian kejadian.

Penjelasan ini disampaikan untuk meredakan simpang siur kabar yang berkembang di publik, terutama ihwal dugaan keterkaitan antara operasi militer dengan laporan jatuhnya korban sipil di lokasi berbeda. Bagi TNI, kejelasan kronologi menjadi kunci untuk menjaga akurasi sekaligus kepercayaan.

Peristiwa pertama berlangsung di Kampung Kembru. Berawal dari laporan warga tentang keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), prajurit TNI bergerak melakukan patroli. Namun situasi berubah cepat. Setibanya di lokasi, mereka disambut tembakan. Kontak bersenjata tak terelakkan.

Dalam baku tembak itu, empat orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok bersenjata OPM dilumpuhkan. Sejumlah barang bukti turut diamankan: dua senjata rakitan, satu senapan angin, amunisi berbagai kaliber, busur panah, hingga senjata tajam. Di antara barang-barang itu, aparat juga menemukan alat komunikasi, bendera OPM, serta dokumen identitas.

Sementara itu, sekitar tujuh kilometer dari Kembru, peristiwa lain mencuat di Kampung Jigiunggi. Laporan datang dari kepala kampung: seorang anak ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak. Aparat TNI segera menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Namun, hingga kini, penyebab kematian korban masih menjadi tanda tanya. TNI menyatakan penyelidikan tengah berlangsung dan belum ada kesimpulan final dari otoritas berwenang.

Dalam keterangannya, TNI membantah keterlibatan prajurit dalam insiden di Jigiunggi. Mereka beralasan, tidak ada aktivitas patroli di wilayah itu pada saat kejadian, serta jaraknya yang cukup jauh dari titik kontak tembak di Kembru.

Di tengah situasi yang sensitif, TNI menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam koridor profesionalisme—transparan dalam proses, akuntabel dalam tindakan. Investigasi disebut akan terus berjalan, dengan satu tujuan: memastikan fakta di lapangan tidak tertutup kabut informasi, sekaligus menjaga keamanan masyarakat Papua.(*/Red)

Sumber: Puspen TNI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x