x

Menyemai Generasi Emas: Workshop SMSI Cilegon Nyalakan ASA Jurnalis Siber Masa Depan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 22:45 0 56 Redaksi
Cilegon, (Delik Asia) | Semangat membara menyelimuti Journalist Boarding School (JBS) Kota Cilegon pada Sabtu (26/9/2026). Langkah awal mencetak punggawa informasi masa depan resmi dimulai melalui Workshop dan Pelatihan Intensif Jurnalistik yang diinisiasi oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon. Mengusung tema besar “Mencetak Jurnalis Siber di Masa Depan,” kegiatan ini menuai apresiasi mendalam dan decak kagum dari para pelajar yang hadir.
Lentera ilmu dalam pelatihan ini dinyalakan oleh tiga pemateri lintas disiplin yang berkompeten di bidangnya. Sesi pertama dibuka dengan pemaparan filosofis dari Iptu Yogie Fahrisal, Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah sekaligus Kasat Pam Obvit Polres Cilegon. Ia menegaskan bahwa fondasi utama seorang jurnalis siber tidak sekadar kecepatan, melainkan kokohnya tiga pilar utama: moral, hukum, dan integritas.

Foto: Iptu Yogie Fahrisal, Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah sekaligus Kasat Pam Obvit Polres Cilegon.

Estafet keilmuan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon,
Ahmad Fauzi Chan. Pria yang akrab disapa Kang Ican ini membedah urgensi Kode Etik Jurnalistik sebagai kompas moral dalam menjaga marwah profesi wartawan. Sebagai penutup yang visual dan dinamis, Ronal Rikardo Siagian, Fotografer Senior sekaligus Sekretaris SMSI Kota Cilegon, membagikan rahasia menangkap narasi dan rasa melalui lensa dalam materi Fotografi Jurnalistik.
Antusiasme tinggi terpancar jelas dari raut wajah para peserta. Audrey, siswi berbakat dari SMPN 5 Kota Cilegon, mengungkapkan rasa bahagianya atas atmosfer acara yang begitu hidup dan edukatif.
“Acara ini seru sekali. Saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang dunia jurnalistik. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa rutin diselenggarakan di sekolah-sekolah agar lebih banyak generasi muda Indonesia yang memahami esensi dan cara kerja jurnalistik yang sebenarnya,” ungkap Audrey penuh binar.

Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon,
Ahmad Fauzi Chan.

Rasa senada juga membuncah dalam diri Muhammad Sabilal, perwakilan dari Forum Generasi Berencana (Genre). Bagi remaja yang menggandrungi dunia komunikasi ini, pelatihan tersebut menjadi jembatan berharga untuk merajut cita-citanya.
“Kegiatannya sangat seru dan kaya manfaat. Tiga materi yang disampaikan benar-benar membuka cakrawala baru bagi saya yang tertarik pada bidang komunikasi, khususnya dalam menyampaikan informasi publik, baik sebagai jurnalis maupun profesi komunikasi lainnya,” tutur Sabilal. Ia optimistis kegiatan ini mampu melahirkan cikal bakal pers yang profesional, independen, dan patuh pada regulasi.
Sementara itu, Alika Aprilia, pelajar lain dari SMPN 5 Kota Cilegon, memandang pelatihan ini dari sudut pandang yang lebih visioner. Menurutnya, pemahaman jurnalistik sejak dini adalah investasi penting bagi peradaban.
“Kegiatan ini sangat menarik karena membuka mata remaja tentang apa itu jurnalistik dan bagaimana profesi ini bekerja. Saya berharap, lewat bekal literasi digital dan jurnalistik ini, kita semua dapat bersama-sama mencetak generasi Indonesia Emas untuk tahun 2045,” pungkas Alika optimis.
Melalui sinergi edukasi ini, SMSI Kota Cilegon tidak hanya sekadar berbagi teori, tetapi telah berhasil menanam benih-benih jurnalisme sehat yang siap bertumbuh di era digital. (*/FBY/RED)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x