
CILEGON, (Delik Asia) | SMK Negeri 4 Kota Cilegon menggelar kegiatan Pelantikan dan Kenaikan Tingkat Taruna-Taruni Tahun 2026, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMKN 4 Kota Cilegon tersebut menjadi momentum pembentukan karakter, peneguhan kedisiplinan, serta peningkatan tanggung jawab bagi para peserta didik.


Mengusung tema “Mewujudkan Taruna dan Taruni yang Unggul, Berkarakter, dan Berdedikasi Tinggi”, kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pengawas Pembina SMKN 4 Kota Cilegon, Kapolsek Pulomerak beserta jajaran, Camat Pulomerak beserta jajaran, Ketua dan Pengurus Komite Sekolah, serta tamu undangan dari dunia industri, di antaranya PT Pelindo (Persero) Regional 2 Banten.
Kepala SMKN 4 Kota Cilegon, Amanatul Khaeroh, S.Si., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan ketarunaan bukan sekadar tentang penggunaan seragam, melainkan proses membentuk sikap, mental, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.


“Bukan sekadar seragam, taruna adalah sikap, taruna adalah jiwa yang ditempa. Di Cilegon sebagai kota industri, kalian tidak hanya dididik menjadi pekerja yang terampil, tetapi juga menjadi pemimpin yang berkarakter,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dunia industri tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang pintar secara akademis dan terampil, tetapi juga memiliki kedisiplinan, ketepatan waktu, kejujuran, serta tanggung jawab.

Kepada taruna tingkat pertama yang baru dilantik, ia berpesan agar mulai meninggalkan kebiasaan lama ketika masih menjadi siswa SMP dan membiasakan diri dengan budaya ketarunaan.
Sementara kepada taruna tingkat dua dan tiga yang memperoleh kenaikan tingkat, ia mengingatkan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar simbol atau kebanggaan, melainkan amanah yang harus diiringi peningkatan tanggung jawab dan keteladanan bagi adik-adik tingkatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amanatul juga memberikan perhatian khusus kepada peran orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan ketarunaan.

Menurutnya, sekolah memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi peserta didik. Jika di sekolah anak-anak mendapatkan pembinaan sekitar delapan jam, maka sebagian besar waktu mereka berada bersama keluarga di rumah.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk menjadi mitra sekolah dalam menanamkan kedisiplinan, mulai dari membiasakan anak tidur lebih awal, bangun tepat waktu, menjaga kerapian rambut, menggunakan seragam lengkap, hingga memberikan dukungan mental ketika anak menghadapi berbagai tantangan selama mengikuti latihan dan kegiatan ketarunaan.
“Disiplin itu memang tidak nyaman di awal, tetapi indah di akhir. Kami berharap orang tua dapat menjadi partner sekolah. Jika ada hal yang kurang berkenan, komunikasikan dengan wali kelas maupun pembina. Kami mendidik anak-anak dengan ketegasan dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Ia juga menitipkan tiga prinsip utama kepada seluruh taruna dan taruni SMKN 4 Kota Cilegon, yakni disiplin sebagai napas, kehormatan sebagai jiwa, dan tanggung jawab sebagai perilaku.
Para peserta didik diharapkan senantiasa menjaga nama baik almamater, orang tua, serta diri sendiri, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap pelantikan dan kenaikan tingkat ini menjadi awal lahirnya generasi SMKN 4 Kota Cilegon yang berakhlak, kompeten, berkarakter, dan siap memasuki dunia kerja.
Penasehat Komite: Jaga Nama Baik Sekolah dan Tingkatkan Kedisiplinan
Senada dengan Kepala Sekolah, Penasehat Komite SMKN 4 Kota Cilegon, Tatang Buang, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan dan kenaikan tingkat merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap proses pendidikan dan perkembangan peserta didik.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan, solidaritas, serta membentuk karakter taruna dan taruni yang semakin tangguh.
Menurutnya, SMKN 4 Kota Cilegon memiliki karakter pendidikan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya karena menerapkan sistem pendidikan ketarunaan dengan konsep semi-militer. Oleh sebab itu, kedisiplinan menjadi salah satu nilai utama yang harus terus ditanamkan.

“Intinya adalah kebersamaan dan kedisiplinan. SMKN 4 ini memiliki pendidikan yang berbeda karena menerapkan sistem semi-militer. Kami berharap anak-anak semakin solid, tangguh, dan mampu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Tatang juga mengingatkan para taruna dan taruni agar senantiasa menjaga nama baik sekolah, baik ketika berada di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.
Ia menyoroti masih adanya perilaku sebagian peserta didik yang dinilai perlu mendapat perhatian, salah satunya kebiasaan merokok di luar lingkungan sekolah.
Menurutnya, pengawasan sekolah memiliki keterbatasan sehingga kesadaran pribadi peserta didik menjadi faktor penting dalam menjaga perilaku dan nama baik almamater.
“Jangan sampai nama baik SMKN 4 tercoreng karena perilaku kita sendiri. Pihak sekolah dan komite tentu memiliki keterbatasan dalam mengawasi kalian. Karena itu, kalian harus mampu menjaga diri sendiri, menjaga nama baik sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia berharap seluruh taruna dan taruni dapat menjadikan momentum pelantikan dan kenaikan tingkat sebagai awal untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat rasa persaudaraan, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai ketarunaan.
Melalui kegiatan ini, SMKN 4 Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja, tetapi juga generasi muda yang memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta karakter kuat dalam menghadapi tantangan dunia industri dan kehidupan bermasyarakat.(*/FBY)

Tidak ada komentar