x

Perkuat Peran Global, AirNav Indonesia Jalin Kemitraan Strategis dengan ICAO

waktu baca 4 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 11:56 0 13 Redaksi

Tangerang, (Delik Asia) | Dalam arsitektur keselamatan penerbangan modern yang kian bertumpu pada presisi data dan integritas sumber daya manusia, AirNav Indonesia mengambil langkah progresif dengan menjalin kemitraan strategis bersama International Civil Aviation Organization. Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan sistem keselamatan berbasis Fatigue Risk Management System (FRMS), sebuah pendekatan mutakhir yang menempatkan manajemen kelelahan sebagai elemen krusial dalam menjamin keselamatan operasional penerbangan.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama tersebut, AirNav Indonesia menugaskan sejumlah tenaga ahli terbaiknya untuk mengemban peran sebagai Regional Officer Performance-Based Navigation (P-4) di Kantor Sub-Regional ICAO Asia Pasifik di Beijing. Penugasan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kapabilitas SDM nasional, tetapi juga menandai pergeseran peran Indonesia dari sekadar partisipan menjadi kontributor aktif dalam tata kelola navigasi penerbangan global.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan nasional melalui standar global yang terukur. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam forum ICAO sekaligus memperkuat posisi AirNav Indonesia sebagai institusi yang adaptif dan visioner dalam merespons dinamika industri penerbangan internasional.

Lebih jauh, langkah ini juga memiliki dimensi diplomasi strategis, yakni memperkuat profil Indonesia dalam percaturan penerbangan sipil global, termasuk dalam konteks pencalonan sebagai anggota Dewan ICAO. Dengan demikian, kehadiran AirNav Indonesia tidak hanya bersifat teknis-operasional, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan kebijakan global yang inklusif dan berorientasi masa depan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan dalam forum ICAO Global Implementation Support Symposium 2026 yang berlangsung di Maroko pada 14–16 April 2026. Kesepakatan bertajuk Provision of Technical Expertise to Support AirNav Indonesia in Establishing a Sustainable Fatigue Risk Management (FRMS) Framework ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal ICAO, Juan Carlos Salazar, bersama Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, dengan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Partisipasi AirNav Indonesia dalam program ini juga selaras dengan strategi perusahaan dalam meningkatkan international exposure, memperkuat posisi Indonesia dalam forum ICAO, serta mendorong adopsi best practices global di bidang Air Traffic Management (ATM). Selain itu, keterlibatan aktif dalam organisasi internasional ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui transfer pengetahuan dan pengalaman personel, dalam upaya peningkatan kapabilitas internal perusahaan.

Melalui momentum ini, AirNav Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan dengan ICAO dan pemerintah, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai Air Navigation Service Provider (ANSP) yang berperan aktif dalam mendukung keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem penerbangan global. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong implementasi ICAO Strategic Plan 2026–2050, khususnya dalam aspek keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan penerbangan,” ungkap Avirianto.

Dijelaskan, implementasi FRMS diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta kesejahteraan personel, yang menjadi faktor kunci dalam penyelenggaraan layanan navigasi penerbangan yang andal. Dalam dunia penerbangan, FRMS adalah pendekatan sistematis, berbasis data, dan ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi, memantau, dan mengurangi risiko kelelahan fisik maupun mental pada awak pesawat dan personel operasional. Sistem ini bertujuan memastikan keselamatan operasional dengan mencegah gangguan kinerja akibat kelelahan.

Sementara itu, Direktur SDM & Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, menambahkan bahwa kerja sama strategis ini akan berlangsung selama tiga tahun, dengan tujuan untuk mendukung AirNav Indonesia dalam membangun kerangka kerja FRMS yang berkelanjutan. Secara teknis, perjanjian tersebut mengatur pelaksanaan penugasan tenaga ahli AirNav Indonesia pada posisi strategis di ICAO.

Ia merinci bahwa kerangka kerja FRMS yang akan dikembangkan mencakup pembaruan kebijakan manajemen kelelahan agar selaras dengan Standards and Recommended Practices (SARPs) ICAO, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam manajemen risiko kelelahan. “Selain itu, akan dikembangkan peta jalan implementasi nasional dengan tonggak capaian yang terukur guna memastikan penerapan manajemen kelelahan yang efektif, berbasis data, dan patuh terhadap ketentuan di seluruh layanan lalu lintas udara,” jelas Didiet.

Ke depan, AirNav Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi penyelenggara layanan navigasi penerbangan di forum internasional, tetapi juga menegaskan kontribusinya dalam membangun sistem penerbangan global yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, AirNav Indonesia juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional melalui eksposur dan pengalaman internasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan navigasi penerbangan di tingkat regional maupun global.(*/Red-Safar)

Sumber: EVP of Corporate Secretary

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x