x

Hari Kedua Pencarian, WNA China Korban Ombak Cibobos Ditemukan Tewas

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 20:33 0 68 Redaksi

Lebak, Banten, (Delik Asia) | Langit Pantai Cibobos masih menyisakan duka. Gelombang yang sehari sebelumnya menggulung tubuh seorang wisatawan asing, akhirnya “mengembalikan” korban dalam kondisi tak bernyawa, Senin (13/4/2026).

Setelah dua hari berpacu dengan waktu dan kerasnya arus laut selatan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad SA Nuhai (41), warga negara China yang berdomisili di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat. Korban sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten.

Memasuki hari kedua pencarian, operasi SAR digelar lebih terukur dan sistematis. Sejak pagi, tim memulai dengan briefing singkat sebelum membagi kekuatan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menyisir perairan menggunakan rubber boat Basarnas dengan jangkauan hingga 45 nautical mile dan lebar pencarian 0,5 nautical mile. SRU 2 bergerak di darat, menyusuri garis pantai masing-masing sejauh 2 kilometer ke arah barat dan timur dari lokasi kejadian. Sementara SRU 3 mengandalkan teknologi drone thermal dengan jangkauan hingga 4 kilometer.

Hasilnya tak sia-sia. Sekitar pukul 09.00 WIB, tim SRU 3 mendeteksi keberadaan korban melalui pantauan drone thermal pada radius sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Temuan itu langsung ditindaklanjuti cepat oleh seluruh unsur di lapangan.

Tak sampai sepuluh menit, tim SAR gabungan bergerak menuju titik koordinat menggunakan rubber boat. Proses evakuasi berlangsung hati-hati di tengah karakter ombak yang masih cukup kuat.

Sekitar pukul 10.30 WIB, korban berhasil dievakuasi. Namun, harapan untuk menemukan korban dalam kondisi selamat pupus. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Malingping menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Rizky Dwianto, memastikan dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.

“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat, keindahan pantai selatan Banten tak pernah lepas dari ancaman. Ombak yang tampak menawan, sewaktu-waktu bisa berubah menjadi bahaya yang mematikan.(*/Fby)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x