x

Dari Kampus ke Pengabdian! 85 Dokter Gigi Baru Moestopo Resmi Disumpah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 19:39 0 81 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali melahirkan tenaga kesehatan baru di bidang kedokteran gigi. Sebanyak 85 lulusan program profesi dokter gigi resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi khidmat yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Selasa (3/3/2026).

Acara pengambilan sumpah tersebut dihadiri jajaran pimpinan yayasan dan universitas, perwakilan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP), Ketua Ikatan Alumni FKG, para dosen, orang tua, serta sejumlah tamu undangan.

Perwakilan lulusan, drg. Iva Wijani, menyampaikan bahwa perjalanan menuju tahap sumpah profesi bukanlah proses yang mudah. Menurutnya, para mahasiswa harus menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan, mulai dari tekanan akademik hingga kelelahan fisik dan mental.

“Kami pernah berada di titik merasa lelah bahkan hampir menyerah. Namun berkat dukungan keluarga, dosen, dan teman-teman seperjuangan, akhirnya kami bisa melewati semua proses ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, profesi dokter gigi tidak hanya menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga membutuhkan kesabaran, empati, serta ketulusan dalam melayani pasien.

Sementara itu, perwakilan orang tua lulusan, dr. Riadhi Yulianto, Sp.B.Subsp.Onk(K)., SE., MBA, mengingatkan para dokter gigi baru agar tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, kelulusan justru merupakan awal perjalanan panjang dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo, Dr. Tjokro Prasetyadi, drg., Sp.Ort., menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Hingga saat ini, FKG Universitas Moestopo tercatat telah meluluskan 5.123 dokter gigi.

Pada periode pertama Ujian Kompetensi Nasional Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi, sebanyak 85 peserta dinyatakan kompeten dengan tingkat kelulusan 97 persen pada Computer Based Test (CBT) dan 100 persen pada Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Bahkan, salah satu lulusan berhasil meraih posisi dua besar secara nasional.

Menurut Tjokro, kontribusi FKG Universitas Moestopo terhadap penyediaan tenaga dokter gigi di Indonesia cukup signifikan.

“Dari sekitar 42 ribu dokter gigi yang ada di Indonesia, sekitar 10 persen merupakan alumni FKG Universitas Moestopo,” ujarnya.

Ia menambahkan, para dokter gigi yang baru dilantik juga diwajibkan menjalani masa pengabdian dan pemantapan profesi selama enam bulan di rumah sakit maupun puskesmas sebelum menjalankan praktik profesional secara penuh.

Dalam kesempatan tersebut, Tjokro juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI) sebagai landasan moral dalam menjalankan profesi.

Selain itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi di bidang kedokteran gigi, seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pencitraan digital, hingga teknologi 3D printing yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi.

“Teknologi memungkinkan diagnosis yang lebih akurat, mempercepat proses perawatan, sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien,” katanya.

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saefulloh, M.Si, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan beserta orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan hingga mencapai tahap profesi.

Ia juga mengingatkan bahwa universitas tersebut didirikan oleh Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo, yang memiliki visi besar dalam membangun pendidikan berkualitas bagi bangsa.

Dalam prosesi sumpah kali ini, salah satu lulusan yang menjadi sorotan adalah drg. Farhany Sefina, yang diketahui merupakan cicit dari pendiri Universitas Moestopo.

Melalui momentum ini, Universitas Moestopo berharap para dokter gigi yang baru dilantik dapat menjaga integritas profesi, terus meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Prosesi tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan para dokter gigi baru untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi etika profesi, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.(*/FBI)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x