x

Bertemu Menlu Sugiono, Sekjen PBB Dukung Peran Indonesia di Board of Peace

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 21:36 0 124 Redaksi

New York, (Delik Asia) | Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, pada Senin (16/2) di Markas Besar PBB. Pertemuan tersebut membahas situasi terkini di Palestina serta upaya mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Sugiono menyampaikan rencana kehadiran Indonesia dalam Sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu (18/2) waktu setempat untuk membahas berbagai langkah konkret mendorong perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Selain itu, Sugiono juga mengonfirmasi partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace yang akan digelar sehari setelahnya bersama sejumlah pemimpin dunia.

Sugiono menegaskan bahwa partisipasi Indonesia mencerminkan komitmen konsisten dalam mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan agar pelaksanaan Board of Peace selaras dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan PBB.

“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Selasa (17/2).

Lebih lanjut, Sugiono kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan berbagai platform dan mekanisme multilateral guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, sistem multilateral merupakan pilar utama dalam menjaga perdamaian global serta menegakkan hukum internasional.

Sementara itu, Guterres mengapresiasi kehadiran Menlu RI di New York serta peran aktif Indonesia yang secara konsisten mendukung upaya perdamaian di Palestina. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Tepi Barat yang dinilainya bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang berlaku.

Guterres menilai penting bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, untuk memainkan peran konstruktif dalam Board of Peace. Selain isu Palestina, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan dan pembangunan global, di mana Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam penguatan sistem multilateral.(*/Red-FBi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x