x

Menteri Dody Turun ke Cisarua, Pastikan Evakuasi Korban Longsor Berjalan Optimal

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Jan 2026 18:40 0 28 Redaksi

Bandung Barat, (Delik Asia) | Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan darurat dan evakuasi korban longsor Cisarua berjalan optimal dengan dukungan penuh pemerintah pusat.

Bencana longsor tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Longsoran material terjadi di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10, menimbun permukiman warga dan memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menginstruksikan seluruh balai teknis Kementerian PU di Jawa Barat untuk siaga penuh di lokasi bencana guna mendukung penanganan darurat serta proses evakuasi yang masih berlangsung.

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan lainnya,” ujar Menteri Dody.

Setelah fase tanggap darurat dan evakuasi selesai, Menteri Dody meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan kajian teknis menyeluruh terhadap jalur aliran air dari hulu Gunung Burangrang hingga ke wilayah hilir. Langkah ini bertujuan mengendalikan aliran air dan mencegah terulangnya bencana serupa.

“Sedangkan untuk relokasi warga terdampak, kami akan mendiskusikannya lebih lanjut bersama pemerintah daerah untuk menentukan lokasi terbaik,” tambahnya.

Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat telah mengerahkan 3 unit excavator PC 75 yang sudah siaga di lokasi, serta 3 unit excavator PC 75 lainnya dalam proses mobilisasi.

Sementara itu, BBWS Citarum menyiagakan 1 unit excavator PC 200 dan memobilisasi 1 unit excavator PC 55, serta dukungan tambahan dari BBWS Cimanuk Cisanggarung berupa 1 unit excavator PC 55.

“Dari total 9 alat berat yang dikerahkan, 6 unit sudah disiagakan di lokasi. Beberapa alat sempat dioperasikan untuk evakuasi, namun akibat longsor susulan, sementara diminta standby sambil menunggu arahan Basarnas,” kata Kepala BBWS Citarum Marasi Deon Joubert.

Selain alat berat, Kementerian PU melalui Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat juga telah berada di lokasi pengungsian. Tim melakukan koordinasi untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dengan menyiapkan 2 unit toilet portabel, 2 unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta 2 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter yang ditempatkan di sekitar lokasi dan posko terpadu.

Berdasarkan data sementara, 44 rumah warga terdampak material longsoran. Hingga Jumat malam, tercatat 112 orang dilaporkan hilang, 23 orang selamat, dan 9 orang meninggal dunia, sementara 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa material longsor berasal dari lereng kaki Gunung Burangrang yang runtuh akibat hujan deras berturut-turut dan terbawa aliran air menuju kawasan permukiman. Kondisi tanah di lokasi saat ini masih labil dengan kadar air tinggi, sehingga proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati untuk mengantisipasi longsor susulan.

“Untuk proses evakuasi, hari ini kita sudah mulai menggunakan alat berat terpilih di sektor-sektor tertentu. Mudah-mudahan bisa membantu mempercepat penemuan korban,” ujarnya.(*/Safar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x