
Lahat, (Delik Asia) | Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi menginisiasi gerakan nasional “Indonesia Bersinar” (Bersih Dari Narkoba) sebagai langkah konkret membentengi ketahanan bangsa dari ancaman narkotika yang kian mengkhawatirkan. Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara Apkasi, Apeksi, dan Pemerintah Kabupaten Lahat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Kamis (22/1).

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan sebuah panggilan darurat atas kondisi lapangan. Menurutnya, peredaran gelap narkotika kini telah bertransformasi menjadi ancaman asimetris yang menyerang langsung ke jantung pertahanan keluarga di Indonesia.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara biasa. Gerakan Indonesia Bersinar diawali dari sebuah keprihatinan bahwa bahaya narkoba saat ini ibaratnya sudah ada di depan halaman rumah kita sendiri. Ini adalah musuh yang tidak terlihat namun dampaknya mematikan bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, Apkasi bersama Apeksi merasa terpanggil untuk memulai gerakan nasional ini secara masif,” tegas Bursah Zarnubi saat memberikan sambutan.
Lebih jauh, Bursah yang juga merupakan Bupati Lahat ini menekankan bahwa inisiatif Apkasi ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya pada poin ke-7 yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta poin ke-6 mengenai pembangunan dari desa.


“Presiden kita telah memberikan peta jalan yang jelas: jika Indonesia ingin melesat maju, syarat utamanya adalah bangsa yang sehat mental dan spiritual. Kita ditargetkan menguasai science, technology, engineering, dan mathematics atau disingkat STEM. Namun, semua target tersebut mustahil tercapai jika daya pikir inovatif dan kreatif generasi muda kita dirusak oleh kecanduan narkoba,” jelas Bursah dengan nada lugas.
Bursah menambahkan bahwa kolaborasi antara Apkasi dan Apeksi merupakan kekuatan besar yang mampu menjangkau 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. “Ini adalah milestone. Kami ingin memastikan bahwa perang melawan narkoba menjadi isu strategis yang diseriusi oleh seluruh kepala daerah sebagai wujud tanggung jawab menjaga amanah Presiden dan melindungi rakyat dari kemiskinan sistemik akibat narkotika.”
Peringatan BNN: Bahaya NPS dan Urgensi Satker Daerah
Apresiasi tinggi datang dari Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Lahat atas perannya sebagai inisiator nasional deklarasi ini. Komjen Suyudi memuji langkah nyata Pemkab Lahat yang telah mengoperasikan kantor Satuan Kerja (Satker) P4GN sebagai pelopor bagi daerah lain.
“Saat ini, dari 514 kabupaten/kota, baru tersedia 182 Satker. Melalui MoU dengan Apkasi dan Apeksi hari ini, kami menargetkan adanya akselerasi penguatan Satker di seluruh Indonesia. Kita tidak boleh menganggap remeh. Ancaman narkoba kini bermutasi dalam bentuk New Psychoactive Substances atau NPS. Di tingkat global terdapat 1.386 zat, dan 175 di antaranya sudah masuk ke Indonesia,” papar Komjen Suyudi.

BNN juga mengingatkan bahwa target utama peredaran narkoba saat ini adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun). Narkoba kini dikemas secara kamuflase dalam bentuk liquid vape hingga minuman sachet. “Anak muda harus dibekali literasi narkotika yang kuat dan pondasi agama yang kokoh agar memiliki ketahanan intrinsik terhadap rayuan barang haram ini,” imbuhnya.
Integrasi Desa Bersinar dengan Ketahanan Pangan
Sejalan dengan visi Apkasi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa kini menjadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam melawan narkoba. Ia mengungkapkan fakta bahwa narkoba kini telah menyusup hingga ke pelosok dusun tanpa disadari oleh warga.
“Kita nyalakan lampu kuning hari ini. Narkoba menyelinap ke desa-desa, merusak tatanan sosial kita. Melalui program ‘Desa Bersinar’ yang berkolaborasi dengan BNN, Kemendes PDT akan menggiatkan 12 Program Prioritas untuk memastikan warga desa tetap produktif secara positif,” ujar Yandri.
Yandri menjelaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba di desa juga disinergikan dengan program ketahanan pangan dan ekonomi, seperti pengembangan Desa Ikan Nila, Desa Ayam Petelur, hingga Desa Wisata yang sudah mulai diujicobakan di beberapa daerah. “Kegiatan produktif ini akan menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjauhkan masyarakat dari jerat narkoba. Dari Lahat, kita gaungkan bahwa narkoba adalah musuh nyata yang harus kita sikat habis hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Apkasi optimistis gerakan “Indonesia Bersinar” akan menjadi gelombang nasional yang mampu mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*/Feby)

Tidak ada komentar